Rabu, 20 Mei 2015

PENGARUH ADIWIYATA TERHADAP PERKEMBANGAN REMAJA

PENGARUH PROGRAM ADIWIYATA TERHADAP REMAJA
(NOVIANDYA)

Remaja atau yang biasa orang awam menyebutnya  dengan istilah “ABG” yang berarti anak baru gedhe merupakan masa dimana seseorang berada pada tingkat emosi yang berubah atau labil. Pada tingkat usia ini remaja cenderung untuk bersikap mengikuti arus global. Pada era saat ini pandangan mengenai arus global sangatlah buruk dimana remaja cenderung bersikap temperan dan  tingkat kepeduliannya rendah. Bisa dilihat dari lingkungan yang tidak terawat dan sampah-sampah yang berserakan. Maka dari itu SMA Negeri Mojoagung mengadakan progam sekolah adiwiyata. Apa itu sekolah adiwiyata? Bagaimana hubungan program sekolah adiwiyata dengan remaja?
Secara umum orang mengenal istilah adiwiyata dihubungkan erat dengan lingkungan. Namun dalam pengertiannya adiwiyata merupakan tempat dimana seseorang mendapat ilmu pengetahuan, norma, dan etika alam kehidupan sosial. Sedangkan program adiwiyata merupakan salah satu program kementrian lingkungan hidup dalam rangka mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan asri. Pada tahun ini, SMA Negeri Mojoagung ditunjuk untuk menjadi sekolah adiwayata. Dengan adanya program ini bisa menjadikan siswa untuk peduli terhadap lingkungan. Karena pada jenjang SMA merupakan masa remaja yang dipenuhi akan konflik dan tingkat emosi yang labil. Kepekaannya terhadap lingkungan sangatlah minim. Sehingga, SMA Negeri Mojoagung mengadakan program adiwiyata dengan beberapa program yang menarik, salah satunya yaitu ‘bank sampah’.
Bank sampah adalah bank yang menghimpun sampah-sampah ditukar dengan rupiah. Terlihat sebagai ambil contoh adalah ketika ada salah satu anak kelas X yang terkenal dengan sikapnya yang tidak peduli namun semenjak adanya bank sampah ia rajin dalam pengumpulan sampah-sampah agar dapat ditukar menjadi rupiah. Untung dengan adanya bank sampah ialah memotivasi siswa untuk peduli terhadap lingkungan dalam artian bahwa sampah-sampah yang berserakan tidak hanya menjadi tontonan usang belaka, namun dengan sampah-sampah tersebut dapat dijadikan sebagai rupiah. Dalam hal kepekaan remaja terhadap lingkungan meningkat dengan adanya program ini. Selain program bank sampah, SMA Negeri Mojoagung mengadakan program untuk merenovasi kelas agar menjadi kelas yang nyaman dengan maksud menuju program adiwiyata. Dan dalam program adiwiya ini siswa bisa menjadi lebih kreatif dengan menumpahkan pikiran-pikirannya dalam menghias kelas mereka masing-masing. Selain itu SMA Negeri Mojoagung mensugestikan untuk menghemat listrik dan menghemat air. Serta program yang lainnya yaitu di setiap kamar mandi terdapat ‘klompen’ atau sandal kayu. Komplen tersebut berfungsi untuk siswa jika ingin ke kamar mandi diharuskan untuk melepas sepatu dan memakai klompen tersebut. Dengan memakai klompen dapat menghemat air karena menyiramnya hanya 2-3 kali sudah bersih, namun jika memakai sepatu bisa lebih dari 3 kali. Hal tersebut dapat menghemat penggunaan air, menurut salah satu guru di SMA Negeri Mojoagung. Hal tersebut terbukti dapat meningkatkan kepekaan siswa terhadap lingkungan.


Dengan adanya program sekolah adiwiyata ini dengan berbagai program yang dilaksanakan di SMA Negeri Mojagung terbukti dapat meningkatkan kepekaan siswa terhadap lingkungan. Sehingga keterkaitan adiwiyata terhadap remaja sangatlah erat. Serta program adiwiyata sangat membantu dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.



Ditulis berdasarkan tugas KIR SMANEMA 2014-2015

Sabtu, 09 Mei 2015

ALAM KEADILAN (Puisi Noviandya)

Jika batu bisa hancur dengan setetes darah air mata
Akankah sebuah penindasa diskriminasi bisa berakhir dengan kesetaraan yang sama?
Dan jika hujan bisa berhenti tanpa harus awan kelabu pergi
Akankah sebuah kepergian seseorang hilang dengan sekejap mata tanpa meninggalkan kesedihan?

Semua mata tertuju pada sang batu yang kokoh berdiri tegak diujung desiran ombak itu
Semua mata tertuju pada sang hujan yang terus menangis membanjiri lautan luas itu
Disini sang insan telah berlari mengejar sang keadilan matahari
Disini sang insan menunggu cahaya terang untuk diadili

Tak dapatkah sebuah batu pecah bagai jutaan kerikil menangis?
Tak dapatkah sebuah hujan berhenti dengan ditemani sang pelangi?
Tak dapatkah sebuah tanah menjadi lembut bagai bidadari?
Tak daparkah keadilan itu terjadi?