Sabtu, 09 Mei 2015

ALAM KEADILAN (Puisi Noviandya)

Jika batu bisa hancur dengan setetes darah air mata
Akankah sebuah penindasa diskriminasi bisa berakhir dengan kesetaraan yang sama?
Dan jika hujan bisa berhenti tanpa harus awan kelabu pergi
Akankah sebuah kepergian seseorang hilang dengan sekejap mata tanpa meninggalkan kesedihan?

Semua mata tertuju pada sang batu yang kokoh berdiri tegak diujung desiran ombak itu
Semua mata tertuju pada sang hujan yang terus menangis membanjiri lautan luas itu
Disini sang insan telah berlari mengejar sang keadilan matahari
Disini sang insan menunggu cahaya terang untuk diadili

Tak dapatkah sebuah batu pecah bagai jutaan kerikil menangis?
Tak dapatkah sebuah hujan berhenti dengan ditemani sang pelangi?
Tak dapatkah sebuah tanah menjadi lembut bagai bidadari?
Tak daparkah keadilan itu terjadi?

1 komentar:

  1. Cinta memang indah seindah mamandang lautan dengan angin menghempas sejuk.

    BalasHapus